This is a free and fully standards compliant Blogger template created by Templates Block. You can use it for your personal and commercial projects without any restrictions. The only stipulation to the use of this free template is that the links appearing in the footer remain intact. Beyond that, simply enjoy and have fun with it!

Saturday, February 21, 2009

Karya tulis Di Yogyakarta

Karya Tulis SMA Ke Yogyakarta


HALAMAN PERSETUJUAN


Karya tulis ini telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk melengkapi sebagian syarat dan tugas Menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN) Tahun pelajaran 2008/2009 SMA

pembimbing

HALAMAN PENGESAHAN


Karya tulis ini telah disyahkan Pembimbing dan Kepala Sekolah untuk melengkapi sebagian syarat dan tugas guna menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN) SMA

Hari :

Tanggal :


MOTTO

· Hidup adalah anugerah sang pencipta, maka dalam menjalani hidup kita harus berbuat sesuatu yang berguna.

· Mutiara yang paling berharga adalah wanita yang dapat menjaga kehormatannya.

· Kehormatan adalah ibarat sebuah pulau yang sangat curam tanpa tebing, sekali jatuh tak dapatlah menaikinya.

· Studyku adalah masa depanku, akhiratku kebahagiaan adalah impianku.

· Dengan seni hidup jadi lebih indah dengan ilmu hidup jadi lebih mudah dengan iman hidup jadi terarah

· Kejujuran dan kerja keras merupakan unsur yang baik bagi kepribadian pribadi tanpa diarahkan dan dikemukakan oleh tujuan hidup jelas tidak membuat seseorang maju


PERSEMBAHAN

Karya tulis yang penulis buat, penulis persembahkan kepada :

· Yang tercinta Ayah dan Ibu yang memberikan do’a dan dorongan

· Yang saya hormati Ibu Kepala sekolah SMAN

· Yang saya hormati Bapak/ Ibu guru SMAN yang memberikan dorongan dan bimbingan serta staf SMAN

· Bapak Guru, selaku pembimbing Karya Tulis

· Teman – teman kelas XII IPA 1 dan lainnya, serta adik – adik kelas yang saya sayangi

· Pembaca yang budiman

KATA PENGANTAR

Piji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat, rahmat, taufik dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyusun karya tulis ini dengan baik dan benar. Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak, karya tulis ini tidak dapat terwujud dengan baik, Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

  1. Ibu Kepala Sekolah SMAN yang telah memberikan ijin dan kesempatan bagi penulis untuk mengembangkan bakat dan pengetahuan.
  2. Bapak Guru yang telah membimbing, membina, dan mengarahkan sehingga dapat menyelesaikan dengan baik.
  3. Kepada Orang tua saya Bapak dan Ibu saya yang telah memberi dorongan, semangat, do’a dan restunya.
  4. Teman – teman semua yang telah membantu menyusun karya tulis ini
  5. Semua pihak yang membantu menyusun, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun pembaca dan karya tulis ini dapat memberi pengetahuan kepada para pembaca, untuk tertarik menikmati objek wisata di Yogyakarta

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Yogyakarta adalah tempat objek wisata yang tidak asing lagi dimata orang ataupun dari berbagai manca Negara. Disitu banyak berbagai tempat – tempat obyek pariwisata yang sangat penting, bersejarah dan mempunyai keunikan tersendiri dengan ciri khasnya masing – masing.

Tempat – tempat obyek pariwisata tersebut salah satunya adalah : “Museum Dirgantara Mandala” obyek wisata tersebut berada di kawasan Yogyakarta, di provinsi Jawa Tengah tepatnya di kawasan pangkalan udara TNI AU Adi Sucipto, kurang lebih 6 Km timur Yogyakarta.

Hal – hal yang melatar belakangi pembuatan karya tulis ini adalah :

  1. Tugas untuk melengkapi sebagian syarat Ujian Akhir Nasional (UAN) SMAN I Gondangrejo.
  2. Penulis ingin mengetahui sejarah Museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala.
  3. Penulis ingin mengetahui keindahan Museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala secara langsung.
  4. Penulis ingin mengetahui letak Museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

B. Pembatasan Masalah

Penulis akan menjelaskan pembatasan masalah atau ruang lingkup pembahasan ini. Ruang lingkup pembahasan ini adalah keunggulan dan kelebihan obyek wisata Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Yogyakarta, serta hubungannya dengan dunia pendidikan.

Yang dimaksud dengan keindahan dan keunikan obyek wisata ini ada hubungannya dengan dunia pendidikan adalah tentang ciri khas dan kesan – kesan yang dapat memberikan manfaat atau menambah banyak wawasan dan pengetahuan.

Dengan demikian penulis banyak mengambil manfaat dan mengetahui yang sesungguhnya apa yang tersimpan dari obyek wisata tersebut.

C. Rumusan Masalah

Penulis akan menjelaskan keunggulan dan kelebihan obyek wisata di Yogyakarta khususnya TNI AU Dirgantara dan bagaimana bila dihubungkan dengan dunia pendidikan. Hubungannya dengan dunia pendidikan Museum Dirgantara ini merupakan pusat/ tempat yang memuat semua kegiatan dan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan TNI AU.

Penulis dapat mengetahui dengan banyaknya koleksi para TNI yang sedang bertempur dalam melawan penjajah. Museum Dirgantara ini juga memuat banyakpesawat atau prasarana yang digunakan TNI dalam bertempur. Berbagai model pesawat dengan merk dan kode yang berbeda – beda serta penggunaannya yang berbeda – beda pula.

Keunikan dari Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala adalah memiliki pesawat – pesawat yang berasal Negara – Negara timur dan barat, yang museum – museum Negara lain tidak memiliki keunikan ini.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dan manfaat penulis mengadakan ke tempat obyek wisata Museum Dirgantara Mandala adalah :

  1. Penulis dapat menjelaskan dan menguraikan dari keindahan dan keunikan obyek wisata tersebut.
  2. Penulis dapat menjelaskan tentang pengaruh dan manfaat dari obyek wisata tersebut dengan dunia pendidikan.
  3. Penulis dapat menjelaskan tentang apa yang sebenarnya tersimpan dalam obyek wisata tersebut.
  4. Menambah wawasan atau pengetahuan yang luas khususnya bagi penulis sendiri dan umum bagi para pembaca yang budiman.
  5. Penulis dapat belajar dan mengasah otak dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita baca untuk menimbulkan suatu gagasan atau ide dalam menciptakan/ mengembangkan suatu bakat/ kemampuan seseorang.
  6. Penulis dapat mengenang peristiwa – peristiwa dahulu dan mengajak kita untuk berfikir lebih luas dalam mengatasi dan memperbaikinya.

Demikian, tujuan dan manfaat yang dapat disebutkan oleh penulis.

E. Sistematika Karya Tulis

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Pembahasan Masalah

C. Rumusan Masalah

D. Tujuan dan manfaat

E. Sistematika karya tulis

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pariwisata

B. Pendidikan

C. Arti Penelitian menurut pakar

BAB III PEMBAHASAN ISI

A. Metodologi

A.1. Tempat dan waktu penelitian

A.2. Sumber Daya, Populasi dan sample

A.3. Teknik Pengumpulan Data

A.4. Teknik Analisis Data

B. Pembahasan

B.1. Sejarah Singkat Museum Pusat TNI AU

Dirgantara Mandala

B.2. Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala ]

a. Ruang Utama

b. Ruang Kronologis I

c. Ruang Kronologis II

d. Ruang Aiutsista

e. Ruang Paskas AU

C. Pengaruh Museum Pusat TNI Dirgantara Mandala terhadap dunia pendidikan

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pariwisata

v Pengertian Pariwisata

Adalah kegiatan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, ingin mengetahui sesuatu karena alasan kesehatan, berolahraga, dan kegiatan ataupun perjalanan lainnya yang tujuannya tidak untuk mencari uang.

B. Pendidikan

v Pengertian Pendidikan

Adalah daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti, pikiran dan jasmani anak – anak agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi – tingginya.

C. Arti Penelitian Menurut Beberapa Pakar.

v Whrtney

Penelitian adalah metode untuk menemukan kebenaran ilmiah melalui penyelidikan yang sungguh – sungguh dalam waktu yang lama.

v Willway

Penelitian adalah metode belajar yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati – hati terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat.

BAB III

PEMBAHASAN ISI

A. Metodologi

A.1. Tempat dan waktu penelitian

Tempat dan waktu penelitian yang dijadikan dasar bagi penulisan untuk menyusun karya tulis ini adalah bertempat di Museum TNI Pusat AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, Jawa Tengah.

Adapun pelaksanaan atau waktu penelitian adalah hari Sabtu tanggal 2 Agustus 2008 yang diikuti kurang lebih 66 siswa-siswi dan Bapak guru.

Penulis dan rombongan berangkat pada pukul 07.00 dari sekolah dan pulang dari tempat tujuan 19.00, sampai di sekolah pukul 21.00.

A.2. Sumber Daya, Populasi dan sample

Sumber data yang diperoleh oleh penulis adalah dari buku panduan yang disediakan objek wisata tersebut dan dari apa yang kita ketahui, kita baca, dan kita dengar dari pemandu. Penulis dapat menikmati apa yang dilihat atau sajikan oleh Museum tersebut dengan berbagai populasi atau pengelompokan ruang-ruang tertentu yang memuat koleksi tersendiri.

A.3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam menyusun karya tulis ini adalah dari berbagai sumber yang kita peroleh, yaitu dari buku panduan objek wisata, dan dari penjelasan pemandu wisata yang penulis dengar.

A.4. Teknik Analisis Data

Teknik atau cara penganalisaan data yang kita peroleh adalah setelah terkumpul menjadi data. Penulis satu padukan, dipilah-pilah yang terbaik kemudian kita susun berdasarkan sistematika penulisan dan program yang telah kita laksanakan, serta melalui pengarahan dari pembimbing.

B. Pembahasan

B.1. Sejarah Singkat Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Dibawah ini merupakan hal yang mendorong didirikannya museum ini :

a. Semua kegiatan dan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan TNI AU serta semua pengorbanan para pendahulu, pejuang dan para pahlawan udara dalam membina dan merintis Angkatan Udara RI / ABRI khususnya, serta mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan Negara dan Bangsa Indonesia perlu dilestarikan.

b. Dalam rangka pewarisan nilai-nilai 45 yakni bahwa pengabdian dan pendokumentasi tersebut perlu direalisasikan dalam bentuk visualisasi bukti sejarah agar dapat diketahui, diterima, dihayati, dan diamalkan oleh generasi penerus.

Adapun dasar pertimbangan penelitian lokasi museum berada di kawasan Yogyakarta adalah sebagai berikut ;

a. Pada peristiwa 1945 – 1949 Yogyakarta memegang peranan yang penting sebagai tempat lahir dan pusat perjuangan TNI Angkatan Udara.

b. Yogyakarta adalah tempat penggodokan Taruna-taruna Angkatan Udara Calon Perwira TNI AU.

c. Perlu pemupukan semangat minat dirgantara, nilai-nilai 45 dan tradisi juang TNI AU dengan mengacu pada semangat Neguwo

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka Kepala Staf TNI Angkatan Udara mengeluarkan No. Kep/II/IV 1978 tanggal 17 April 1978 menetapkan bahwa museum pusat ABRI yang semula berkedudukan yang di Yogyakarta dipindah ke Yogyakarta, di intregfasikan dengan museum pendidikan / Karbol menjadi Museum Pusat TNI AU dengan memanfaatkan gedung Link Trainer di kawasan Kesatrian AKABRI Bagian Udara.

B.2. Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala digelar sesuai dengan kronologi atau urutan peristiwa sejarah TNI AU. Adapun peristiwea memilki bukti berupa gambara divisualisasikan dalam bentuk dirama yang bersifat imajiner.

B.2.1 Ruang Utama

1. Patung empat pahlawan Nasional peristis TNI AU

· Marsekal Muda TNI Anumarta Agustinus Adisutjipto

· Marsekal Muda TNI Anumarta Prof. Dr. Abdurrahman Shaleh.

· Marsekal Muda TNI Anumarta Abdul Halim Perdana Kusuma.

· Marsekal Pertama TNI Anumerta Iswahyudi

2. Beberapa foto mantan pemimpin TNI AU :

· Laksamana Udara Suryadi Suryadarma

· (Kepala Staf TNI AU tahun 1946 – 1962

· Laksamana Muda Udara Omar Dani

· (Menteri/panglima AU tahun 1962 – 1965)

· Laksamana Muda Udara Sri Mulyono Herlambang.

· (Menteri/panglima AU tahun 1965 – 1966)

B.2.2 Ruang Kronologi I

Ruang kronologi ini memuat berbagai peristiwa sejarah dengan berbagai bukti gambar dan tertulis :

1). Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.30 Jawa Jaman Jepang/ Pukul 10.00 WIB, Ir.Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dirumah Jl. Pengangsaan Timur 56 Jakarta. Pada keesokan harinya PPKI dalam sidangnya telah menetapkan UUD dan memilih Presiden dan wakil Presiden

2). TKR – Jawatan Penerbangan

Pada tanggal 23 Agustus 1945 di umumkan berdirinya Badan Keamanan Rakyat (BKR). Tugas Utama BKR udara adalah bersama – sama rakyat merebut dan menguasai pangkalan udara setempat. Kegiatan yang berhasil menunjukkan eksistensi TKR Penerbangan antara lain :

· Penerbangan pertama di alam Indonesia Merdeka

· Sekolah penerbangan pertama di Maguwo

· Latihan terjun paying

3). Pembentukan TNI Angkatan Udara

a. Partisipasi TKR Jawatan dan tugas Internasional (dalam operasi ROPDA)

Tugas tentara sekutu nantinya di Indonesia

· Menerima penyerahan tentara Jepang

· Membebaskan tawanan perang serikat

Dalam kaitannya dengan dua tugas tentara tersebut, pada akhir November 1945 berlangsunglah pertandingan antara RI dengan pihak sekutu.

b. Penetapan TRI Angkatan Udara

Kegiatan – kegiatan TKR Jawatan Penerbangan seperti tersebut dari muka membuktikan adanya upaya peningkatan. Sesuai perkembangan organisasi, TKR menjadi tentara keselamatan rakyat, dan pada tanggal 24 Januari 1946 menjadi tentara Republik Indonesia, maka TKR Jawatan Penerbangan yang telah membangkitkan kepercayaan pemerintah menjadi TNI AU dan selanjutnya dikenal dengan nama AURI.

4). Semangat tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkan pesawat terbang sendiri.

Studi dan geografi Indonesai serta dikuatkan oleh suasana perang kemerdekaan yang bercambuk, makin disadari pentingnya sarana perhubungan udara dengan kota lain perlu akan pesawat terbang, baik untuk kelancaran Pemerintahan, perekonomian, maupun pertahanan dan keamanan. Untuk mewujudkan Pesawat terbang, sejak TKR Jawatan Penerbangan ditetapkan sebagai TRI AU di bidang organisasi. Melalui bagian ini bangsa Indonesia dalam hal ini TRI AU berhasil mewujudkan pesawat buatan sendiri, yaitu pesawat layang jenis Zogung (NWG-1) selanjutnya berhasil pula diciptakan atau dibuat pesawat terbang bermesin yang kita kenal dengan registrasi pesawat WEL-1 / RI-X.

5). Replica Pesawat WEL RI-X

Type : Pesawat terbang ringan bermotor tunggal dengan tempat duduk tunggal dan sayap atas

Motor : Harles Davidson 2 silinder model tahun 1928. 15 daya kuda

Ukuran : Panjang sayap 900 meter, panjang badan 5.05 meter, tinggi 2.40 meter dan berat kosong 263 kilogram

Prestasi : Kecepatan jelajah 85 km/jam

Pesawat terbang bermotor ini merupakan pesawat bermotor hasil produksi pertama bangsa Indonesia yang dirancang dan dibuat dalam waktu 5 bulan pada tahun 1948. pembuatan dilakukan oleh biro rencana dan kontruksi markas tinggi AURI. Untuk menyatakan kebenaran hal ini maka dengan dasar desain WEL-1 / RI-X tersebut dibuat lagi replikanya pada tahun 1980 dan diterbangkan dari PU Iswahyudi-Sino-Lanud Adisutjipto kemudian dimusiumkan.

6). Pasukan Garuda Mulya

Dengan dilancarkan Agresi Militer II Belanda 19 Desember 1948 hampir seluruh pangkalan udara jatuh ke tangan Belanda. Anggota pangkalan udara Panasan segera mengatur taktik gerilya dari daerah kecamatan Jumantoro dan Gayamdompo. Pasukan ini terkenal sebagai pasukan garuda mulya yang tergabung dalam pasukan penembakan Senopati 105

7). Stasiun PHB AURI DC-2 di Playen Gunung Kidul

Dalam rangka perjuangan mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan stasiun radio AURI DC-2 di desa Banaran Playen Gunung Kidul. Dari stasiun AURI pada Indonesia Airways di Rangoa (Birma). Dalam rangka pelestarian nilai-nilai yang juang terpetik dan peranan stasiun radio AURI DC-2 tersebut dibangunlah Monumen Radio AURI DC-2 di Banaran oleh Yayasan 19 Desember 1940 yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tanggal 10 Juli 1984.

8). Perintis Jawatan Kesehatan TNI-AU

a. Opsir Udara 1 Doktor Isnawan

b. Laksamana Muda Udara Doktor Suhardi Hardjo Lukito

c. Laksamana Muda Udara Doktor Salamun

B.2.3. Ruang Kronologi II

Pendidikan kader-kader AURI di dalam dan di luar negeri :

a. Sekolah penerbangan lanjut di Andir dan Kalijati

Dalam rangka pembinaan kekuatan udara untuk mengamankan wilayah RI dibutuhkan Sekolah Penerbngan Lanjut (SPL) di pangkalan udara Andir (Bandung). Angkatan ke 1 SPL Primary Training dengan pesawat T-6 / AT-16 Angkatan ke-III SPL adalah kelas terakhir yang diselenggarakan di Andir (Husein Sastranegara), atas pertimbangan histories SPL dipindahkan ke Lanut Adi Sutjipto tahun 1959

b. Pengirim kadet-kadet ke luar negeri

Selain pendidikan SPL di dalam negeri, maka pada tahun 1950 dikirimkan pula 90 kadet untuk mengikuti pendidikan penerbangan pada Taiva Academy of Meronauties di Dekland California. Tahun 1951 para kadet kembali pulang ke Indonesia

Pembentukan skadran TNI AU tahun 1950

a. Skadran 1 (pembom) pesawat B-52 / Mitchel di Halim Perdana Kusuma

b. Skadran 2 (angkut) pesawat C-47 / Dakota di

c. Skadran 3 (tempur) pesawat P-51 / Mustang di

d. Skadran 4 (lantai darat) pesawat Auster di Bogor

e. Skadran 5 (lantai laut) pesawat PBY-5a / Catalina di Halim Perdana Kusuma

f. Skadran 6 (larih) pesawat L-4 / Piper Cup di Husein Sastra Negara

B.2.4. Ruang Alutsista

1. Mitsubisi AG M5 Zero Sen

Negara Asal : Jepang

Jenis : Pemburu Taktis

Buatan tahun : 1938

Panjang sayap : 11 m

Panjang badan : 9,06 m

Berat maxsimum : 2,744 kg

Kecepatan maxsimum : 570 km/jam

Akomodasi : 1 awak pesawat

Sejarah :

1941 : Pertama kali dipergunakan Jepang dalam perang melawan Amerika di Jepang

1942 – 1945 : Dalam perang di Pasifik melawan Sekutu, Zero berpangkalan di daerah Irian Barat

1984 : Diabadikan di Museum Ousat TNI AU Dirgantara Mandala.

2. Glider kampret

Negara asal : Indonesia

Panjang badan : 5,45 m

Panjang sayap : 13,36 m

Tinggi : 1,31 m

Berat kosong : 170 kg

Berat dengan isi : 250 kg

Penerbang dan parasut

Cepat jelajah : 60 km/jam

Cepat mendarat : 40 km/jam

3. BT - 13 Valiant

Negara asal : Amerika serikat

Buatan tahun : 1940

Jenis : Pesawat Latih Dasar

Pabrik : Valter Aircraft Inc.

Motor : 450 HP. P dan K R-985-AN-I

Panjang sayap : 12,80 m

Panjang pesawat : 8,87 m

Tinggi pesawat : 3,5 m

Berat kosong : 1,531 kg

Kecepatan maksimum : 293 km/jam

Jarak jelajah : 1.167 km

4. DH – 115 Vampire

Negara asal : Inggris

Jenis : Pesawat Latih Jet

Panjang sayap : 11,6 m

Panjang pesawat :10,5 m

Kecepatan maksimum : 885 km/jam

Tinggi terbang : 12.200 m

Berat kosong : 5.060 kg

Persenjataan : 4 buah cannon 20 mm, dapat di persenjatai pula dengan roket dan 60m

5. Peluru Kendali KS

Negara asal : Uni Soviet

Jenis : Rudal Udara ke darat

Sasaran : Kapal Laut, gedung, Pabrik

Jarak tembak : 70 km – 110 km

Tinggi tembak : 15.000 m dari permukaan laut

Pengendali : Aktif Homing

Motor : Turbo Jet

Berat roket : 3.250 kg

Daerah kerusakan : 3 – 8 km

Sejarah

1962 – 1963 : Operasi Trikora

1963 : Operasi Dwikora

B.2.5. Ruang Paskhas AU

1. Sisa Operasi Trikora

Sisa – sisa gerakan Tjepat (PGT) yang gugur dalam melaksanakan Operasi Trikoram dalam rangka perebutan kembali wilayah Irian Barat kepangkuan Republik Indonesia.

a. Oleh : Penduduk setempat

b. Tanggal : 27 Mei 1992

c. Tempat : Gunung Madagma kecamatan Pasir Kabupaten Fak – Fak Irian Barat.

2. Meriam PSU (Canon)

Negara asal : Swedia

Merk pabrik : Bafors

Kaliber/Tipe : 40 m / 260

Tahun pembuatan : 1962

Berat : 1586

Panjang laras : 2,5 m

Kecepatan tembak : 2742 m

Kecepatan awak : 873 m/detik

C. Pengaruh Museum Pusat TNI AU Dirgantara di Yogyakarta Terhadap Dunia Pendidikan.

Dengan adanya Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan bagi para pelajar diantaranya :

1. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

2. Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa patriotisme

3. Menumbuhkan rasa peduli

4. Banyak memberi pelajaran melalui sejarah

5. Menumbuhkan rasa menghargai hasil karya orang lain.

6. Dapat mengetahui peninggalan – peninggalan bersejarah yang berupa pesawat terbang.

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa obyek wisata di Yogyakarta sangat berpengaruh pada dunia pendidikan, yang salah satu obyeknya yaitu Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Museum tersebut banyak memberikan pengetahuan bagi pengunjung karena disitu banyak peristiwa bersejarah, sehingga bisa mengenang dan menambah pengetahuan luas.

B. Saran

1. Mengingat bahwa Yogya merupakan salah satu obyek wisata, maka penulis menyarankan pada pembaca khususnya siswa – siswa SMAN I Gondangrejo untuk berkunjung kesana karena selain obyek wisatanya menarik dan menambah pengetahuan, juga letaknya yang strategis, mudah dijangkau serta biayanya yang murah.

2. Agar lebih meningkatkan informasi tentang keberadaan Museum kepada pelajar sehingga menambah pengetahuan sejarah pada khususnya dan berwawasan dalam kebudayaan Nasional pada Umumnya.

3. Agar lebih meningkatkan informasi keberadaan Museum Dirgantara Mandala kepada khalayak umum terutama pelajar guna menambah pengetahuan sejarah pada khususnya dan kebudayaan Nasional pada umumnya. Selain ini juga himbauan kepada lembaga yang bersangkutan untuk merawat dan melestarikan peninggalan sejarah


DAFTAR PUSTAKA

· Purnomo, Djoko. 1999. Panduan Museum TNI AU Dirgantara Mandala. Yogyakarta : Museum Dirgantara.

· Kamus Besar Bahasa Indonesia


Makalah Konsep Pendidikan IPS dan Karakteristik Pendidikan IPS di SD

MAKALAH

KONSEP PENDIDIKAN IPS DAN KARAKTERISTIK PENDIDIKAN IPS DI SD

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Mempelajari Konsep dasar IPS berisi tentang konsep, hakikat, dan karakteristik pendidikan IPS SD. Dengan mempelajari materi Konsep dasar IPS ini, diharapkan dapat menjelaskan konsep-konsep IPS yang berpengaruh terhadap kehidupan masa kini dan masa yang akan datang secara kritis dan kreatif. Pembahasan materi ini menerapkan pendekatan antar disiplin yang mengintegrasikan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Adapun media yang digunakan adalah bahan ajar cetak dan non cetak (web).

Sebagai calon guru SD hendaknya menguasai materi IPS sebagai program pendidikan. Untuk membantu menguasai materi tersebut maka dalam Konsep Pendidikan IPS, disajikan pembahasan hal-hal pokok dan latihan sebagai berikut :

1. konsep pendidikan IPS

2. hakikat pendidikan IPS

3. karakteristik pendidikan IPS di SD

B. TUJUAN

Setelah mempelajari materi Konsep Pendidikan IPS, diharapkan dapat menjelaskan tentang :

1. Pengertian IPS

2. Sejarah IPS di Indonesia

3. Rasional mempelajari IPS di SD

4. Hakikat pengajaran IPS

5. Tujuan pembelajaran IPS di SD

6. Karakteristik pembelajaran IPS di SD

C. RUMUSAN MASALAH

Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :

1. Bagaimana pengertian IPS dan konsep Pendidikan IPS?

2. Bagaimana sejarah perkembangan IPS di Indonesia?

3. Apakah hakikat pendidikan atau pengajaran IPS?

4. Apa tujuan dari pembelajaran IPS di SD?

5. Apa saja Karakteristik pembelajaran IPS di SD?


BAB II

KONSEP PENDIDIKAN IPS

A. Pengertian IPS

IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan (Sumantri. 2001:89). Social Scence Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS), menyebut IPS sebagai “Social Science Education” dan “Social Studies”. Dengan kata lain, IPS mengikuti cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi, dan sebagainya

Dalam bidang pengetahuan sosial, ada banyak istilah. Istilah tersebut meliputi : Ilmu Sosial (Social Sciences), Studi Sosial (Social Studies) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

1. Ilmu Sosial (Sicial Science)

Achmad Sanusi memberikan batasan tentang Ilmu Sosial (Saidihardjo,1996.h.2) adalah sebagai berikut: “Ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertarap akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah”.

Menurut Gross (Kosasih Djahiri,1981.h.1), Ilmu Sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat dan pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.

Nursid Sumaatmadja, menyatakan bahwa Ilmu Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun tingkah laku kelompok. Oleh karena itu Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

2. Studi Sosial (Social Studies).

Perbeda dengan Ilmu Sosial, Studi Sosial bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Tentang Studi Sosial ini, Achmad Sanusi (1971:18) memberi penjelasan sebagai berikut : Sudi Sosial tidak selalu bertaraf akademis-universitas, bahkan merupakan bahan-bahan pelajaran bagi siswa sejak pendidikan dasar.

3. Pengetahuan Sosial (IPS)

Harus diakui bahwa ide IPS berasal dari literatur pendidikan Amerika Serikat. Nama asli IPS di Amerika Serikat adalah “Social Studies”. Istilah tersebut pertama kali dipergunakan sebagai nama sebuah komite yaitu “Committee of Social Studies” yang didirikan pada tahun 1913. Tujuan dari pendirian lembaga itu adalah sebagai wadah himpunan tenaga ahli yang berminat pada kurikulum Ilmu-ilmu Sosial di tingkat sekolah dan ahli-ahli Ilmu-ilmu Sosial yang mempunyai minat sama.

Definisi IPS menurut National Council for Social Studies (NCSS), mendifisikan IPS sebagai berikut: social studies is the integrated study of the science and humanities to promote civic competence. Whitin the school program, socisl studies provides coordinated, systematic study drawing upon such disciplines as anthropology, economics, geography, history, law, philosophy, political science, psychology, religion, and sociology, as well as appropriate content from the humanities, mathematics, and natural sciences. The primary purpose of social studies is to help young people develop the ability to make informed and reasoned decisions for the public good as citizen of a culturally diverse, democratic society in an interdependent world.

Pada dasarnya Mulyono Tj. (1980:8) memberi batasan IPS adalah merupakan suatu pendekatan interdsipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmu-ilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. Hal ini lebih ditegaskan lagi oleh Saidiharjo (1996:4) bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, politik.

B. Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Sosial

Bidang studi IPS yang masuk ke Indonesia adalah berasal dari Amerika Serikat, yang di negara asalnya disebut Social Studies. Pertama kali Social Studies dimasukkan dalam kurikulum sekolah adalah di Rugby (Inggris) pada tahun 1827, atau sekitar setengah abad setelah Revolusi Industri (abad 18), yang ditandai dengan perubahan penggunaan tenaga manusia menjadi tenaga mesin.

Latar belakang dimasukkannya Social studies dalam kurikulum sekolah di Amerika Serikat berbeda dengan di Inggris karena situasi dan kondisi yang menyebabkannya juga berbeda. Penduduk Amerika Serikat terdiri dari berbagai macam ras diantaranya ras Indian yang merupakan penduduk asli, ras kulit putih yang datang dari Eropa dan ras Negro yang didatangkan dari Afrika untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan negara tersebut.

Pada awalnya penduduk Amerika Serikat yang multi ras itu tidak menimbulkan masalah. Baru setelah berlangsung perang saudara antara utara dan selatan atau yang dikenal dengan Perang Budak yang berlangsung tahun l861-1865 dimana pada saat itu Amerika Serikat siap untuk menjadi kekuatan dunia, mulai terasa adanya kesulitan, karena penduduk yang multi ras tersebut merasa sulit untuk menjadi satu bangsa.

Selain itu juga adanya perbedaan sosial ekonomi yang sangat tajam. Para pakar kemasyarakatan dan pendidikan berusaha keras untuk menjadikan penduduk yang multi ras tersebut menjadi merasa satu bangsa yaitu bangsa Amerika. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memasukkan social studies ke dalam kurikulum sekolah di negara bagian Wisconsin pada tahun 1892. Setelah dilakukan penelitian, maka pada awal abad 20, sebuah Komisi Nasional dari The National Education Association memberikan rekomendasi tentang perlunya social studies dimasukkan ke dalam kurikulum semua sekolah dasar dan sekolah menengah Amerika Serikat. Adapun wujud social studies ketika lahir merupakan semacam ramuan dari mata pelajaran sejarah, geografi dan civics.

Di samping sebagai reaksi para pakar Ilmu Sosial terhadap situasi sosial di Inggris dan Amerika Serikat, pemasukan Social Studies ke dalam kurikulum sekolah juga dilatarbelakangi oleh keinginan para pakar pendidikan. Hal ini disebabkan mereka ingin agar setelah meninggalkan sekolah dasar dan menengah, para siswa: (1) menjadi warga negara yang baik, dalam arti mengetahui dan menjalankan hak-hak dan kewajibannya; (2) dapat hidup bermasyarakat secara seimbang, dalam arti memperhatikan kepentingan pribadi dan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, para siswa tidak perlu harus menunggu belajar Ilmu-ilmu Sosial di perguruan tinggi, tetapi sebenarnya mereka sudah mendapat bekal pelajaran IPS di sekolah dasar dan menengah. Pengembangan Pendidikan IPS SD 1 - 9

Pertimbangan lain dimasukkannya social studies ke dalam kurikulum sekolah adalah kemampuan siswa sangat menentukan dalam pemilihan dan pengorganisasian materi IPS. Agar materi pelajaran IPS lebih menarik dan lebih mudah dicerna oleh siswa sekolah dasar dan menengah, bahan-bahannya diambil dari kehidupan nyata di lingkungan masyarakat. Bahan atau materi yang diambil dari pengalaman pribadi, teman-teman sebaya, serta lingkungan alam, dan masyarakat sekitarnya. Hal ini akan lebih mudah dipahami karena mempunyai makna lebih besar bagi para siswa dari pada bahan pengajaran yang abstrak dan rumit dari Ilmu-ilmu Sosial.

Latar belakang dimasukkannya bidang studi IPS ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia sangat berbeda dengan di Inggris dan Amerika Serikat. Pertumbuhan IPS di Indonesia tidak terlepas dari situasi kacau, termasuk dalam bidang pendidikan, sebagai akibat pemberontakan G30S/PKI, yang akhirnya dapat ditumpas oleh Pemerintahan Orde Baru. Setelah keadaan tenang pemerintah melancarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Pada masa Repelita I (1969-1974) Tim Peneliti Nasional di bidang pendidikan menemukan lima masalah nasional dalam bidang pendidikan. Kelima masalah tersebut antara lain:

1. Kuantitas, berkenaan dengan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.

2. Kualitas, menyangkut peningkatan mutu lulusan

3. Relevansi, berkaitan dengan kesesuaian sistem pendidikan dengan kebutuhan pembangunan.

4. Efektifitas sistem pendidikan dan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.

5. Pembinaan generasi muda dalam rangka menyiapkan tenaga produktif bagi kepentingan pembangunan nasional.

Pada tahun 2004, pemerintah melakukan perubahan kurikulum kembali yangn dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dalam kurikulum SD, IPS berganti nama menjadi Pengetahuan Sosial. Pengembangan kurikulum Pengetahuan Sosial merespon secara positif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran Pengetahuan Sosial dengan keadaan dan kebutuhan setempat.

C. Rasional Mempelajari IPS.

Rasionalisasi mempelajari IPS untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah agar siswa dapat:

1. Mensistematisasikan bahan, informasi, dan atau kemampuan yang telah dimiliki tentang manusia dan lingkungannya menjadi lebih bermakna.

2. Lebih peka dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial secara rasional dan bertanggung jawab.

3. Mempertinggi rasa toleransi dan persaudaraan di lingkungan sendiri dan antar manusia.

IPS atau disebut Pengetahuan Sosial pada kurikulum 2004, merupakan satu mata pelajaran yang diberikan sejak SD dan MI sampai SMP dan MTs. Untuk jenjang SD dan MI Pengetahuan Sosial memuat materi Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan.

Pada haikatnya, pengetahuan Sosial sebabagi suatu mata pelajaran yang menjadi wahana dan alat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, antara lain:

1. Siapa diri saya?

2. Pada masyarakat apa saya berada?

3. Persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan diri saya untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa?

4. Apa artinya menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia?

5. Bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab oleh setiap siswa, dan jawabannya telah dirancang dalam Pengetahuan sosial secara sistematis dan komprehensip. Dengan demikian, Pengetahuan Sosial diperlukan bagi keberhasilan siswa dalam kehidupan di masyarakat dan proses menuju kedewasaan.


BAB III

HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN IPS

Hakikat IPS, adalah telaah tentang manusia dan dunianya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya. Dengan kemajuan teknologi pula sekarang ini orang dapat berkomunikasi dengan cepat di manapun mereka berada melalui handphone dan internet. Kemajuan Iptek menyebabkan cepatnya komunikasi antara orang yang satu dengan lainnya, antara negara satu dengan negara lainnya. Dengan demikian maka arus informasi akan semakin cepat pula mengalirnya. Oleh karena itu diyakini bahwa “orang yang menguasai informasi itulah yang akan menguasai dunia”.

Suatu tempat atau ruang dipermukaan bumi, secara alamiah dicirikan oleh kondisi alamnya yang meliputi iklim dan cuaca, sumber daya air, ketinggian dari permukaan laut, dan sifat-sifat alamiah lainnya. Jadi bentuk muka bumi seperti daerah pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan daerah pegunungan akan mempengaruhi terhadap pola kehidupan penduduk yang menempatinya. Lebih jelasnya Anda dapat mencermati contoh berikut ini.

Corak kehidupan masyarakat di tepi pantai utara Jawa yang bentuknya landai dengan laut yang tenang dan tidak begitu tinggi serta arus angin yang tidak begitu kencang, sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk mencari ikan. Hal ini disebabkan ikan banyak berkumpul di kawasan laut yang dangkal yang masih tertembus sinar matahari. Oleh karena itu mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Hampir semua pelabuhan-pelabuhan besar di pulau Jawa sebagian besar terletak di pantai utara Jawa.

Dataran rendah yang meliputi daerah pantai sampai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut merupakan kawasan yang cadangan airnya cukup, didukung oleh iklimnya yang cocok, merupakan potensi alam yang cocokuntuk dikembangkan sebagai areal pertanian, misalnya Karawang, Bekasi, Indramayu, Subang dan sebagainya. Dataran tinggi yang beriklim sejuk, dengan cadangan air yang sudah semakin berkurang maka sistem pertanian yang dikembangkan adalah pertanian lahan kering dan holtikultura seperti sayuran, buah-buahan, da tanaman hias.

Lain dengan daerah pegunungan yang memiliki corak tersendiri. Karena sedikitnya persediaan air tanah, mengakibatkan pemukiman penduduk terpusat di lembah-lembah atau mendekati alur sungai. Hal ini dikarenakan mereka berusaha untuk mendapatkan sumber air yang relatif mudah. Ladang yang mereka usahakan biasanya terletak di lembah pegunungan.

Aspek pengaturan dan kebijakan ini termasuk aspek politik

Marilah kita cermati kembali apa yang sudah kita pelajari di atas. Setelah kita pelajari ternyata kehidupan itu banyak aspeknya, meliputi aspek-aspek:

1. hubungan sosial: semua hal yang berhubungan dengan interaksi manusia tentang proses, faktor-faktor, perkembangan, dan permasalahannya dipelajari dalam ilmu sosiologi

2. ekonomi: berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan manusia, perkembangan, dan permasalahannya dipelajari dalam ilmu ekonomi

3. psikologi: dibahas dalam ilmu psikologi

4. budaya: dipelajari dalam ilmu antropologi

5. sejarah: berhubungan dengan waktu dan perkembangan kehidupan manusia dipelajari dalam ilmu sejarah

6. geografi: hubungan ruang dan tempat yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia dipelajari dalam ilmu geografi

7. politik: berhubungan dengan norma, nilai, dan kepemimpinan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dipelajari dalam ilmu politik

Tujuan Pendidikan IPS

Berdasarkan pada falsafah negara tersebut, maka telah dirumuskan tujuan pendidikan nasional, yaitu:

membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan mencintai sesama manusia sesuai ketentuan yang termaksud dalam UUD 1945.

Berkaitan dengan tujuan pendidikan di atas, kemudian apa tujuan dari pendidikan IPS yang akan dicapai? Tentu saja tujuan harus dikaitkan dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan tantangan-tantangan kehidupan yang akan dihadapi anak. Berkaitaan dengan hal tersebut, kurikulum 2004 untuk tingkat SD menyatakan bahwa, Pengetahuan Sosial (sebutan IPS dalam kurikulum 2004), bertujuan untuk:

1. mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, dan kewarganegaraan, pedagogis, dan psikologis.

2. mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan sosial

3. membangun komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan

4. meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, baik secara nasional maupun global.

Sejalan dengan tujuan tersebut tujuan pendidikan IPS menurut (Nursid Sumaatmadja. 2006) adalah “membina anak didik menjadi warga negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian social yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara” Sedangkan secara rinci Oemar Hamalik merumuskan tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku para siswa, yaitu : (1) pengetahuan dan pemahaman, (2) sikap hidup belajar, (3) nilai-nilai sosial dan sikap, (4) keterampilan (Oemar hamalik. 1992 : 40-41).

Untuk lebih jelasnya akan dibahas satu persatu.

Pengetahuan dan Pemahaman

Salah satu fungsi pengajaran IPS adalah mentransmisikan pengetahuan dan pemahaman tentang masyarakat berupa fakta-fakta dan ide-ide kepada anak.

Sikap belajar

IPS juga bertujuan untuk mengembangkan sikap belajar yang baik. Artinya dengan belajar IPS anak memiliki kemampuan menyelidiki (inkuiri) untuk menemukan ide-ide, konsep-konsep baru sehingga mereka mampu melakukan perspektif untuk masa yang akan datang.

Nilai-nilai sosial dan sikap

Anak membutuhkan nilai-nilai untuk menafsirkan fenomena dunia sekitarnya, sehingga mereka mampu melakukan perspektif. Nilai-nilai sosial merupakan unsur penting di dalam pengajaran IPS. Berdasar nilai-nilai sosial yang berkembang dalam masyarakat, maka akan berkembang pula sikap-sikap sosial anak. Faktor keluarga, masyarakat, dan pribadi/tingkah laku guru sendiri besar pengaruhnya terhadapa perkembangan nilai-nilai dan sikap anak.

Keterampilan dasar IPS

Anak belajar menggunakan keterampilan dan alat-alat studi sosial, misalnya mencari bukti dengan berpikir ilmiah, keterampilan mempelajari data masyarakat, mempertimbangkan validitas dan relevansi data, mengklasifikasikan dan menafsirkan data-data sosial, dan merumuskan kesimpulan.

Karakteristik Pendidikan IPS SD

Untuk membahas karakteristik IPS, dapat dilihat dari berbagai pandangan. Berikut ini dikemukakan karakteristik IPS dilihat dari materi dan strategi penyampaiannya.

1. Materi IPS

Ada 5 macam sumber materi IPS antara lain:

a. Segala sesuatu atau apa saja yang ada dan terjadi di sekitar anak sejak dari keluarga, sekolah, desa, kecamatan sampai lingkungan yang luas negara dan dunia dengan berbagai permasalahannya.

b. Kegiatan manusia misalnya: mata pencaharian, pendidikan, keagamaan, produksi, komunikasi, transportasi.

c. Lingkungan geografi dan budaya meliputi segala aspek geografi dan antropologi yang terdapat sejak dari lingkungan anak yang terdekat sampai yang terjauh.

d. Kehidupan masa lampau, perkembangan kehidupan manusia, sejarah yang dimulai dari sejarah lingkungan terdekat sampai yang terjauh, tentang tokoh-tokoh dan kejadian-kejadian yang besar.

e. Anak sebagai sumber materi meliputi berbagai segi, dari makanan, pakaian, permainan, keluarga.

2. Strategi Penyampaian Pengajaran IPS

Strategi penyampaian pengajaran IPS, sebagaian besar adalah didasarkan pada suatu tradisi, yaitu materi disusun dalam urutan: anak (diri sendiri), keluarga, masyarakat/tetangga, kota, region, negara, dan dunia. Tipe kurikulum seperti ini disebut “The Wedining Horizon or Expanding Enviroment Curriculum” (Mukminan, 1996:5).

Sebutan Masa Sekolah Dasar, merupakan periode keserasian bersekolah, artinya

anak sudah matang untuk besekolah. Adapun kriteria keserasian bersekolah adalah sebagai berikut.

1. Anak harus dapat bekerjasama dalam kelompok dengan teman-teman sebaya, tidak boleh tergantung pada ibu, ayah atau anggota keluarga lain yang dikenalnya.

2. Anak memiliki kemampuan sineik-analitik, artinya dapat mengenal bagian-bagian dari keseluruhannya, dan dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut.

3. Secara jasmaniah anak sudah mencapai bentuk anak sekolah.

Menurut Preston (dalam Oemar Hamalik. 1992 : 42-44), anak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Anak merespon (menaruh perhatian) terhadap bermacam-macam aspek dari dunia sekitarnya.Anak secara spontan menaruh perhatian terhadap kejadian-kejadian-peristiwa, benda-benda yang ada disekitarnya. Mereka memiliki minat yang laus dan tersebar di sekitar lingkungnnya.

2. Anak adalah seorang penyelidik, anak memiliki dorongan untuk menyelidiki dan menemukan sendiri hal-hal yang ingin mereka ketahui.

3. Anak ingin berbuat, ciri khas anak adalah selalu ingin berbuat sesuatu, mereka ingin aktif, belajar, dan berbuat

4. Anak mempunyai minat yang kuat terhadap hal-hal yang kecil atau terperinci yang seringkali kurang penting/bermakna

5. Anak kaya akan imaginasi, dorongan ini dapat dikembangkan dalam pengalaman-pengalaman seni yang dilaksanakan dalam pembelajaran IPS sehingga dapat memahami orang-orang di sekitarnya. Misalnya pula dapat dikembangkan dengan merumuskan hipotesis dan memecahkan masalah.

Berkaitan dengan atmosfir di sekolah, ada sejumlah karakteristik yang dapat diidentifikasi pada siswa SD berdasarkan kelas-kelas yang terdapat di SD.

1. Karakteristik pada Masa Kelas Rendah SD (Kelas 1,2, dan 3)

a. Ada hubungan kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah

b. Suka memuji diri sendiri

c. Apabila tidak dapat menyelesaikan sesuatu, hal itu dianggapnya tidak penting

d. Suka membandingkan dirinya dengan anak lain dalam hal yang menguntungkan dirinya

e. Suka meremehkan orang lain

2. Karakteristik pada Masa Kelas Tinggi SD (Kelas 4,5, dan 6).

a. Perhatianya tertuju pada kehidupan praktis sehari-hari

b. Ingin tahu, ingin belajar, dan realistis

c. Timbul minat pada pelajaran-pelajaran khusus

d. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah.

Menurut Jean Piagiet, usia siswa SD (7-12 tahun) ada pada stadium operasional konkrit. Oleh karena itu guru harus mampu merancang pembelajaran yang dapat membangkitkan siswa, misalnya penggalan waktu belajar tidak terlalu panjang, peristiwa belajar harus bervariasi, dan yang tidak kalah pentingnya sajian harus dibuat menarik bagi siswa.


PENUTUP


IPS merupakan bidang studi baru, karena dikenal sejak diberlakukan kurikulum 1975. Dikatakan baru karena cara pandangnya bersifat terpadu, artinya bahwa IPS merupakan perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi. Adapun perpaduan ini disebabkan mata pelajaran-mata pelajaran tersebut mempunyai kajian yang sama yaitu manusia.

Pendidikan IPS penting diberikan kepada siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, karena siswa sebagai anggota masyarakat perlu mengenal masyarakat dan lingkungannya. Untuk mengenal masyarakat siswa dapat beljar melalui media cetak, media elektronika, maupun secara langsung melalui pengalaman hidupnya ditengah-tengah msyarakat. Dengan pengajaran IPS, diharapkan siswa dapat memiliki sikap peka dan tanggap untuk bertindak secara rasional dan bertanggungjawab dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupannya.