This is a free and fully standards compliant Blogger template created by Templates Block. You can use it for your personal and commercial projects without any restrictions. The only stipulation to the use of this free template is that the links appearing in the footer remain intact. Beyond that, simply enjoy and have fun with it!

Wednesday, August 12, 2009

Tanggung jawab Orangtua dalam Pendidikan Anak

Anak adalah titipan Allah SWT bagi kita sebagai orangtua yang baik dan penuh tanggung jawab. Begitu menikah, pengen punya anak berapa?pasti ada yang pernah bertanya seperti itu, sesudah hamil, punya anak...ditanya lagi mau nambah lagi...?ayooo nambah lagi biar rame...mau anak 1 ato 2 ato 5 sama 'repot' nya...ayooo sekalian nambah...biar poooolll repotnya....sekalian cape nya...he he...emangnya kelinci...***cemberut***

Melahirkan...Alhamdulilah nikmat...mendidik anak itu yang luar biasa...karena tiap anak beda-beda tipe dan bakat...menurut saya loh...

Ada orangtua yang menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan anak, sampe ikut terapi, teman saya udah 9 tahun menikah belum dikarunia anak...mungkin belum dipercaya, bijak temen saya ini...padahal udah ikut terapi...belum rezekinya...tapi ada juga temen saya yang masih pake KB malah jebol...lho...?iiiih...jadi was-was...***hi hi hii..*** Tapi baca berita di koran Indo, ada aja orang tua yang aborsi ato malah buang bayi merah yang baru lahir...miris ga sih...kemana sih akal sehat mereka...?Subhanallah....

Ada yang pengen anak...ada yang ga mau anak...

Yuuuuks kita lihat...seperti apa sih tanggung jawab orangtua dalam mendidik anak, karena tugas orangtua tidak hanya melahirkan anak, tapi mendidik anak untuk menjadi manusia shaleh dan beriman adalah tugas yang amat mulia...semoga kita selalu diberi kesabaran dalam mendidik anak, karena mendidik anak jaman sekarang...hmmmm...Berikut artikelnya...saya petik dari milist by Andri Setiawan, jujur saja, hanya untuk instropeksi buat pribadi...

Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak
Oleh: Drs. Yakhsyallah Mansur


“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat
yang kasar, yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.”(QS.At-Tahrim:6)

Dengan
ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengingatkan orang-orang yang
beriman, bahwa semata mata beriman saja belumlah cukup. Iman harus
dipelihara, dirawat dan dipupuk dengan cara menjaga keselamatan diri
dan seisi rumah tanga dari api neraka.



Ketika
menafsirkan ayat ini Al-‘Allamah Ibnu Katsir menukilkan penjelasan para
ahli tafsir baik dari generasi sahabat maupun tabi’in, sebagai berikut:
Ali Radhiallahu ‘anhu ketika menjelaskan kalimat “peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” berkata, “Didiklah mereka dan ajarlah mereka”. Ibnu
Abbas berkata, “Taatlah kepada Allah, jauhilah perbuatan maksiat dan
perintahkan keluargamu untuk selalu dzikir (ingat kepada Allah), maka
Allah akan menyelamatkanmu dari api neraka.” Qotadah berkata,
“Hendaknya engkau perintahkan keluargamu untuk mentaati Allah, engkau
larang mereka berbuat maksiat, engkau layani mereka dengan
ketentuan-ketentuan Allah dan engkau perintahkan serta engkau bantu
mereka untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan Allah.
Apabila engkau
melihat mereka berbuat maksiat maka celalah dan hardiklah mereka.”
Adl-Dlahak dan Muqatil berkata, “Setiap orang Islam berkewajiban untuk
mengajar keluarganya baik kerabatnya maupun pembantunya tentang apa-apa
yang diwajibkan oleh Allah dari apa-apa yang dilarang-Nya.” Selanjutnya
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna ayat ini dijelaskan dalam sabda
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perintahkanlah anak untuk shalat ketika telah mencapai umur tujuh tahun dan apabila mencapai umur

Menurut Sayyid Sabiq, memelihara diri dan keluarga termasuk anak dari neraka adalah dengan pendidikan dan
pengajaran, kemudian memperhatikan perkembangan mereka agar berakhlak
mulia dan menunjukkan kepada mereka hal-hal yang bermanfaat dan
membahagiakan. Dengan demikian jelaslah betapa pentingnya pendidikan
menurut Islam. Oleh karena itu siapa saja yang mendidik anak sesuai
dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, ia akan mendapatkan pahala sedang
siapa saja yang tidak memberikan pendidikan anak sebagaimana mestinya,
ia akan mendapat siksa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah
seseorang diantara kamu yang memiliki tiga anak perempuan atau tiga
saudara perempuan kemudian mendidik mereka dengan sebaik-baiknya
kecuali ia akan masuk surga.” (HR.At-Tirmidzy dari Abu Said Al-Hudri)

Imam
Al-Ghazali berkata, “Anak itu amanah Allah bagi kedua orangtuanya,
hatinya bersih bagaikan mutiara yang indah bersahaja, bersih dari
setiap lukisan dan gambar. Ia menerima setiap yang dilukiskan,
cenderung ke arah apa saja yang diarahkan kepadanya. Jika ia dibiasakan
belajar dengan baik ia akan tumbuh menjadi baik, beruntung di dunia dan
diakhirat. Kedua orangtuanya semua gurunya, pengajar dan pendidiknya
sama-sama mendapat pahala. Dan jika ia dibiasakan melakukan keburukan
dan diabaikan sebagaimana mengabaikan hewan, ia akan celaka dan rusak, dan dosanya menimpa pengasuh dan orang tuanya.” Pendidikan yang baik merupakan pemberian terbaik orangtua kepada anak, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak ada pemberian orangtua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan yang baik.” (HR.At-Tirmidzy)

Di
samping itu pendidikan yang baik juga merupakan wujud kasih sayang
orang tua kepada anak, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Sulaiman, Malik bin Al Haris berkata, “Kami pernah mendatangi nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
bermukim selama dua puluh malam. Beliau mengerti bahwa kami sangat
menyayangi keluarga kami sehingga beliau menanyakan apa yang kami
tinggalkan untuk keluarga kami. Kemudian kami menceritakan bahwa kami
tidak meninggalkan apa-apa, lalu dengan lemah-lembut dan penuh kasih
sayang beliau berkata, “Kembalilah kalian kepada keluarga kalian, ajarlah mereka dan perintahkanlah mereka shalat…” (HR. Al-Bukhari)

Adapun pendidikan yang harus diberikan oleh orangtua sebagai wujud tanggung jawab terhadap keluarga adalah:

1. Pendidikan Agama
Pendidikan
agama dan spiritual adalah pondasi utama bagi pendidikan keluarga.
Pendidikan agama ini meliputi pendidikan aqidah, mengenalkan hukum
halal-haram memerintahkan anak beribadah (shalat) sejak umur tujuh
tahun, mendidik anak untuk mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam, keluarganya, orang-orang yang shalih dan mengajar anak membaca
Al-Qur’an. Al-Ghazali berkata, “Hendaklah anak kecil diajari Al-Qur’an
hadits dan sejarah orang-orang shalih kemudian hukum Islam.”

2. Pendidikan Akhlaq
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Diantara kewajiban bapak kepada anaknya ialah memperbagus budi pekertinya dan membaguskan namanya.” (HR.Baihaqi). Para ahli pendidikan Islam menyatakan bahwa pendidikan
akhlak adalah jiwa pendidikan Islam, sebab tujuan tertinggi pendidikan
Islam adalah mendidik jiwa dan akhlak.

3. Pendidikan Jasmani
Islam
memberi petunjuk kepada kita tentang pendidikan jasmani agar anak
tumbuh dan berkembang secara sehat dan bersemangat. Allah Ta’ala
berfirman: “Makanlah dan minumlah kamu tetapi jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak senang kepada orang yang berlebih-lebihan.” (QS.Al-A’raf:31). Ayat ini sesuai dengan hasil penelitian para ahli
kesehatan bahwa agar tubuh sehat dan kuat, dianjurkan untuk tidak makan
dan minum secara berlebih-lebihan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:

“Ajarilah anak-anakmu berenang dan memanah. Sebaik-baik pengisi waktu bagi wanita beriman adalah memintal. Apabila kedua orang tuamu memanggilmu maka penuhilah panggilan ibumu.”(HR Ad-Dailami)

Diriwayatkan
bahwa setelah seluruh negeri Irak dibebaskan oleh shahabat Saad bin Abi
Waqqash, beliau membuat rencana (maket) pembangunan kota Kuffah.
Setelah maket itu diajukan kepada Khalifah Umar bin Al-Khattab beliau
sangat menyetujui. Hanya beliau tambah bahwa disamping mendirikan
masjid Jami’, hendaklah disediakan tanah lapangan tempat para pemuda
berolah raga, latihan perang seperti melempar tombak, memanah, bermain
pedang dan menunggang kuda. Di antara ucapan beliau yang terkenal ialah
“Ajarkanlah kepada anak-anak kamu berenang dan memanah, hendaklah
mereka dapat melompat ke punggung kuda sekali lompat”.

4. Pendidikan Akal
Yang dimaksud dengan
pendidikan akal adalah meningkatkan kemampuan intelektual anak, ilmu
alam, teknologi dan sains modern sehingga anak mampu menyesuaikan
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dalam rangka menjalankan fungsinya
sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya, guna membangun dunia ini sesuai
dengan konsep yang ditetapkan Allah. Hal inilah yang diisyaratkan oleh
Allah dengan proses penciptaan nabi Adam AS dimana sebelum ia
diturunkan ke bumi, Allah mengajarkan nama-nama (asma) yang tidak
diajarkan kepada para malaikat. (QS. Al-Baqarah : 31)

5. Pendidikan Sosial
Yang
dimaksud dengan pendidikan sosial adalah pendidikan anak sejak dini
agar bergaul di tengah-tengah masyarakat dengan menerapkan
prinsip-prinsip syari’at Islam. Di antara
prinsip syari’at Islam yang sangat erat berkaiatan dengan pendidikan
sosial ini adalah prinsip ukhuwwah Islamiyah. Rasa ukhuwwah yang benar
akan melahirkan perasaan luhur dan sikap positif untuk saling menolong
dan tidak mementingkan diri sendiri. Islam telah menjadikan ukhuwwah
Islamiyah sebagai kewajiban yang sangat fundamental dan mengibaratkan
kasih sayang sesama muslim dengan sebatang tubuh, apabila salah satu
anggota badannya sakit, maka yang lain ikut merasakannya. Untuk
mewujudkan ukhuwah Islamiyah ini Islam telah menggariskan syari’at
Al-Jama’ah (QS.Ali Imran : 103). Oleh karena itu setiap orang tua harus
mengajarkan kehidupan berjama’ah kepada anak-anaknya sejak dini.

Seluruh
aspek pendidikan ini akan berjalan maksimal apabila orangtua dapat
dijadikan teladan bagi anak-anaknya di samping harus berusaha secara
maksimal agar setiap dia melakukan pekerjaan yang baik bagi keluarganya
dapat melakukan seperti yang dia lakukan. Hal inilah yang telah
dipraktekkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di
tengah-tengah keluarganya.

Diriwayatkan
oleh Muslim bahwa apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan
mengajarkan shalat witir (tahajud yang diakhiri dengan witir) beliau
membangunkan isterinya (Aisyah). “Bangunlah dan berwitirlah hai Aisyah”. Dalam riwayat lain beliau bersabda: “Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun pada sebagian malam lalu dibangunkannya keluarganya. Kala
dia tidak mau bangun dipercikkannya air di mukanya. Dan Allah merahmati
seorang perempuan yang bangun pada sebagian malam lalu dibangunkannya
suaminya. Kalau dia tidak mau bangun dipercikkanya di mukanya.” (HR.An-Nasai)
Dengan keteladanan inilah orang tua akan
mempunyai pengaruh wibawa dan disegani di tengah-tengah keluarganya
sehingga terwujudlah keluarga sakinah yang dihiasi dengan dzurriyah thoyibah (keturunan yang baik dan berkualitas) yang menjadi dambaan semua manisia.
Wallohu a’lam bis shawwab.


Friday, July 31, 2009

Proposal PTK

Proposal PTK

Menemukan masalah pembelajaran merupakan langkah awal dalam PTK. Masalah pembelajaran sangat beragam, seperti masalah yang berkaitan strategi pembelajaran, hasil belajar siswa, sarana dan fasilitas pembelajaran, atau kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Untuk menemukan masalah, perlu dilakukan identifikasi masalah.

1.      Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: melakukan refleksi untuk mendiagnosis pembelajaran yang kita kelola, melihat hasil belajar siswa, atau melakukan diskusi dengan teman sejawat, bahkan dengan kepala sekolah atau dosen LPTK.

2.      Masalah yang sudah diidentifikasi perlu dianalisis agar akar penyebab masalah dapat kita temukan. Analisis masalah dapat dilakukan paling tidak dengan tiga cara: yaitu: (1) merenungkan kembali masalah tersebut dengan melakukan introspeksi/refleksi melalui pertanyaan yang ajukan pada diri sendiri, mengapa masalah tersebut sampai terjadi: (2) bertanya kepada siswa baik melalui angket maupun wawancara langsung tentang persepsinya terhadap pembelajaran; serta (3) menelaah berbagai dokumen seperti pekerjaan rumah siswa, soal-soal ulangan, serta hasil ulangan/latihan siswa. Analisis berakhir jika akar penyebab masalah sudah ditemukan.

3.      Berdasarkan akar penyebab masalah, kita dapat merumuskan masalah pembelajaran dalam bentuk masalah/pertanyaan penelitian, yang akan dicari jawabannya dalam PTK. Sehubungan dengan itu, rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya, mengandung aspek yang akan diperbaik’ dan upaya memperbaikinya.

4.      Setelah masalah dirumuskan, hal berikut yang perlu dilakukan adalah mengembangkan tindakan perbaikan, yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pembelajaran. Untuk mengembangkan tindakan perbaikan perlu dilakukan hal-hal berikut. Pertama, kaji teori-teori yang relevan. Kemudian, tetapkan teori mana yang kira-kira sesuai diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Kedua, berdiskusi dengan pakar pembelajaran/pakar bidang studi untuk menemukan cara perbaikan atau memvalidasi teori yang sudah ditetapkan. Ketiga, kita dapat mengingat pengalaman kita sendiri dalam mengatasi masalah yang serupa.

Bagaimana pendapat Anda tentang rangkuman tersebut? Apakah sudah memuat butir-butir yang Anda anggap penting? Bagaimana pula dengan rangkuman yang Anda buat sendiri? Jangan kecewa jika rangkuman itu tidak sama. Sekarang bersiaplah mengerjakan Tes Formatif 2, untuk menguji tingkat penguasaan Anda.


Perencanaan Kegiatan

1.      Rencana Perbaikan Pembelajaran (RP) dibuat dengan menggunakan format yang hampir sama dengan format Rencana Pembelajaran (RP). Bedanya, dalam RPP terdapat tujuan perbaikan, deskripsi kegiatan lebih rinci, pertanyaan, soal, dan kunci jawaban dicantumkan secara lengkap, sedangkan dalam RP unsur-unsur tersebut tidak selalu ditulis. Format dapat disesuaikan dengan format yang berlaku di sekolah masing-masing.

2.      Untuk membuat RPP yang akurat dan dapat diandalkan dalam pelaksanaan, perlu dilakukan langkah-langkah: (1) membuat skenario pembelajaran, (2) menyiapkan sarana dan fasilitas pembelajaran, (3) menyusun RPP secara lengkap, (4) mensimulasikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan RPP untuk melihat kelayakannya, serta (5) menyempurnakan RPP berdasarkan hasil simulasi.

3.      Prosedur dan alat pengumpul data dtentukan berdasarkan masalah dan tujuan perbaikan. Jika guru meminta teman sejawat untuk mengobservasi pelaksanaan perbaikan, lembar observasi harus disepakati terlebih dahulu. Karena data yang dikumpulkan lebih cenderung kepada data kualitatif, maka prosedur dan alat pengumpul data dapat berupa observasi dengan menggunakan lembar observasi, wawancara berdasarkan panduan wawancara, catatan guru, dan refleksi.

4.      Proposal PTK diperlukan jika guru ingin ikut perlombaan PTK atau mendapat dana untuk melaksanakan PTK yang diusulkan. Format proposal biasanya ditentukan oleh sponsor/ penyelenggara. Dari segi administratif proposal dapat bervariasi, namun dari segi substansi ke-PTK-an, pada umumnya sama. Komponen kunci sebuah proposal PTK adalah sebagai berikut.

1.      Judul.

2.      Bidang Kajian.

3.      Pendahuluan, yang memuat latar belakang munculnya masalah serta akar penyebab masalah.

4.      Perumusan dan pemecahan masalah, yang terdiri dari: (1) perumusan masalah, (2) pemecahan masalah, (3) tujuan penelitian, dan (4) manfaat penelitian.

5.      Kajian Pustaka.

6.      Rencana dan Prosedur Penelitian.

1.      Di samping komponen kunci, juga terdapat komponen pendukung/komponen administratif, seperti:jadwal penelitian, personalia penelitian, biaya penelitian, dan lampiran.

Bagaimana dengan rangkuman yang Anda buat? Apakah sudah memuat konsep-konsep esensial yang diperlukan dalam merencanakan dan membuat proposal PTK? Jika belum, Anda dapat melengkapinya. Kini tiba saatnya Anda mengerjakan Tes Formatif 2, untuk menguji tingkat penguasaan Anda.


  

Tuesday, July 28, 2009

GINJAL

GINJAL

Ginjal sering disebut buah pinggang, terletak di dalam rongga perut, ginjal kiri letaknya tinggi dan ginjal kanan ginjal berbentuk seperti kacang merah. Ginjal mendapat darah dari nadi ginjal, yang merupakan cabang dari aorta. Zat-zat sampah sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh akan di kumpulkan dalam bentuk urine atau air keruh.

1. Bagian-bagian Ginjal

Ginjal terdiri dari dua bagian yaitu :

a. Kulit Ginjal (Korteks)

Bertugas melaksanakan proses penyaringan darah yang di sebut nefron. Pada tempat penyaringan darah ini banyak mengandung kapiler-kapiler darah yang tersusun bergumpal-gumpal di sebut glomelurus. Glomelurus dan Simpai Bowman membentuk badan malpighi. Penyaringan darah terjadi pada badan malpighi, yaitu di antara glomelurus dan Simpai Bowman.

b. Sumsum Ginjal (Medula)

Sumsum ginjal terdiri dari beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid. Di dalam pembuluh halus ini terangkat urine yang merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malpighi.

2. Proses pembentukan Urine

Urine terbentuk melalui tiga proses yaitu :

a. Filtrasi atau penyaringan

Penyaringan darah terjadi pada daerah antara glomelurus dan Simpai Bowman.

b. Reabsorsi atau penyerapan kembali

Zat – zat sisa yang masih mengandung zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh diserap kembali dan masuk kedalam darah

c. Augmentasi

Urine dalam pembuluh-pembuluh halus akan berkumpul dalam saluran yang lebih besar. Pada pangkal kantong terdapat cincin otot.

3. Komposisi urine

Urine mengandung zat-zat berikut :

a. Urea, asam urea, amonia, dan zat-zat lain yang merupakan hasil pembongkaran protein.

b. Garam-garam, terutama garam dapur.

c. Zat-zat yang dikonsumsi secara berlebihan.

d. Zar warna empedu yang menyebabkan warna kuning pada urine.

4. Penyakit yang berhubungan dengan fungsi ginjal.

a. Nefritis

Nefritis terjadi karena infeksi oleh bakteri Streptococcus pada Nefron. Akibat infeksi ini, protein dan sel-sel darah akan keluar bersama urine. Akibatnya air akan tertimbun di kaki (kaki penderita bengkak).

b. Diabetes Melitus.

Diabetes Melitus (kencing manis) terjadi karena kadar hormon insulin dalam tubuh sangat rendah sehingga proses pengubahan glukosa dalam darah tinggi dan tidak mampu diserap kembali tubulus sehingga akan diekskresikan bersama urine.

c. Diabetes Insikidus

Diabetes Insikidus terjadi karena didalam tubuh kekurangan hormon anti diuretik. Akibatnya penderita menjadi sering buang air kecil.

d. Aibuminuria

Penyakit ini disebabkan kegagalan proses penyaringan protein sehingga urine mengandung protein.

e. Batu ginjal

Penyakit batu ginjal terjadi karena terdapat endapan senyawa kalsium dan penumpukan asam urat didalam rongga ginjal atau kantung kemih.

f. Anuria

Anuria merupakan kegagalan ginjal karena kerusakan di glomelurus sehingga tidak ada urine yang dihasilkan oleh penderita.

Tahukan kamu tentang hati atau hepar? Hati atau hepar merupakan kelenjar yang besar pada tubuh manusia. Hati berwarna merah, termausk alat ekskresi yang letaknya dirongga perut bagian atas sebelah kanan dan di bawah Diafragma. Hati orang dewasa beratnya lebih kurang 2 kg, sedangkan hati anak– anak bergantung dari pertumbuhannya.

Hati merupakan alat ekskresi yang berfungsi untuk :

1. Pembuatan zat empedu; empedu berasal dari perombakan sel darah merah yang telah rusak dan berguna dalam membantu pencernaan lemak.

2. Membunuh bibit penyakit dengan menetralkan racun yang masuk kedalam tubuh.

3. Menimbun gula untuk diubah menjadi glikogen.

4. Mengubah provitamin A menjadi Vitamin A.

5. Menghasilkan Protrombin dan Fibrinogen yang berguna dalam penggumpalan darah.

6. Menimbun vitamin dan mineral.

7. Metabolisme protein.

Penyakit pada hati antara lain :

1. Hepatitis, dapat dicegah dengan pemberian vaksin (imunisasi)

2. Penyakit kuning

Tuesday, July 7, 2009

CERITA PANJI LARAS

PANJI LARAS


Disebuah kerajaan ada seorang raja yang sangat kuat, gagah berani, masih muda, arif, bijaksana dan belum mempunyai permaisuri. Pada suatu hari raja yang masih muda tersebut melakukan perburuan di hutan bersama pengawalnya :
Raja : pengawal!(suara keras)
Pengawal : Ya raja! Ada apa?(badan agak di bungkukkan)
Raja : Begini pengawal! hampir seharian kita berjalan dihutan ini tapi tak satu pun kita mendapatkan buruan.
Pengawal : ya Raja. Mungkin hewan-hewan di hutan ini sudah habis diburu raja. (percaya diri)
Raja : Ya ! mungkin saja. (ragu-ragu). Soalnya gak ada satupun hewan yang kita temui.
Pangawal : Raja ! mungkin kita harus cari tempat yang jarang di lalui pemburu. Soalnya disana pasti banyak hewan buruan yang ingin kita buru. (yakin)
Raja : usul yang bagus pengawal! tapi sebaiknya kita beristirahat sebentar, untuk melepas lelah dan kita lanjutkan perjalanan setelah kita beristirahat. (muka yang sudah kecapekan)
Pengawal : baiklah Raja, mari kita beristirahat (mempersilahkan raja duduk)
“Raja beserta pengawalnya beristirahat dibawah pohon yang sangat rindang, sambil membuka bekal yang dibawa untuk dimakan. Setelah selesai beristirahat dan makan bekal yang dibawa Raja beserta pengawalnya melanjutkan perjalanan sampai ketengah hutan”
Raja : Pengawal mari kita lanjutkan perjalanan kita untuk berburu (yakin)
Pengawal : baik Raja (sambil membereskan
Raja : pengawal ! hampir seharian kita berjalan dan hari sudah mulai gelap. Apakah disekitar hutan ini ada sebuah padepokan yang bisa kita gunakan untuk kita bermalam di hutan ini.
Pengawal : sebentar tuan! Kalau tidak salah disebelah utara jembatan itu ada sebuah padepokan.
Raja : kalau begitu mari kita bergegas kesanan, sebelum malam tiba.
Pengawal : baik raja.
“setelah jauh berjalan akhirnya tiba juga Raja beserta pengawalnya di padepokan itu. Ternyata padepokan itu dihuni oleh seorang pendeta beserta anaknya dan pembantunya.”
Raja : Pengawal coba kamu cari tahu ada orang yang tinggal disini tidak
Pengawal : Baik raja !
Pengawal : assalamu’alaikum. Permisi1 kulonuwun. Ada orang gak dirumah ini
Nyonya : Wa’alaikum salam. Ada yang saya bantu tuan
Pengawal : begini, nyonya, kami ini rombongan dari kerajaan prenggodani, yang sedang berburu. Maksud kedatangan kami adalah untuk menumpang bermalam dipadepokan nyonya.
Nyonya : oh maaf! Silahkan tuan-tuan masuk. Sebentar saya panggilkan pendeta
Pengawal : terima kasih nyonya.
“sambil menunggu nyonya tersebut memanggil pendeta para pengawal meletakkan barang bawaan yang dibawa sambil beristirahat”
pendeta : Oh silahkan Raja, merupakan suatu kehormatan Raja mau menginap disini. Tapi disini Cuma seadanya tidak terlalu mewah, tidak seperti dikerajaan.
Raja : Oh tidak apa-apa kami yang harus mengucapkan banyak terima kasih karena tuan mau mengijinkan kami menginap disini,
Pendeta : Raja, ini perkenalkan anakku dan murid-muridku, mereka yang nanti akan menunjukkan kamar raja dan pengawal.
Murid : Silahkan Raja ! mari ikuti kami
Raja : terima kasih
“murid-murid mengantar kekamar raja dan pengawal sambil perkenalan. Dan raja pun sangat betah menginap disana, raja menginap beberapa hari dipadepokan tersebut. Raja pun suka sama anak pendeta dan rajapun berani untuk melamar anak pendeta untuk dijadikan istri”.
Raja : Pendata, aku ingin melamar anak pendeta untuk dijadikan istri. Apakah boleh pendeta
Pendeta : Oh, apa tidak salah raja
Raja : tidak pendeta. Saya bersungguh-sungguh ingin melamar anak pendeta
Pendeta : kalau aku setuju-setuju. Tapi tinggal anak saya, jika anak saya mau, ya boleh saja
“singkat cerita Raja pun menikah dengan anak pendeta, acar pernikahanpun berjalan dengan meriah. Setelah hampir beberapa bulan lebih raja meninggalkan kerajaan, raja pun kembali kekerajaan. Dengan meninggalkan istrinya yang sedang hamil muda”
raja : dinda, kanda sudah lama meninggalkan kerajaan. Dan kerajaan sangat membutuhkan saya untuk memerintah. Maksud kanda, kanda ingin kembali kekerajaan. Apakah dinda mau ikut kekerajaan.
Dinda : maaf kanda, dinda tidak bisa ikut. Karena dinda tidak tega meninggalkan kakek sendirian dihutan ini.
Raja : kalau begitu, kanda tidak akan memaksa dinda untuk ikut kekerajaan
Dinda : sekali lagi dinda minta maaf, tapi kanda jangan sampai lupa setelah urusan selesai cepat kembali kesini. Krena sebentar lagi anak kita lahir.
Raja : ya dinda, kanda akan sering menengok dinda kesini.
Dinda : selamat jalan kanda, hati-hati dijalan
Raja : ya dinda, kanda pesan jaga kandungan kamu agar tetap sehat.
Dinda : ya kanda
“perpisahan pun terjadi. Tapi hampir anak mereka lahir raja tak sekalipun menengok, sampai anak mereka lahir. Anak tersebut laki-laki dan diberi nama panji laras”
dinda : kakek kok raja tidak pernah menengok kita, sampai anak kita lahir dan kini sudah besar
Kakek : mungkin raja sudah lupa dengan kita
Dinda : mungkin saja ya kek.
Kakek : ngomong-ongomong panji tadi main keman
Dinda : mungkin kehutan kek
Kakek : tapi sudak hampir siang kok belum pulang
Dinda : iya kek, coba saya cari didekat jembatan, biasanya dia bermain disana.
“ketika sedang main tiba-tiba diatas panji ada seekor elang membawa anak ayam dan menjatuhkannya di depan panji dan panjipun segera mengambilnya kerumah”.
Panji : kakek, ibu lihat apa yang panji bawa, seekor ayam
Dinda : dari mana anak ayam tersebut panji
Panji : tadi ada seekor elang menjatuhkan anak ayam ini. Apakh panji boleh memeilhara anak ayam ini bu!
Dinda : boleh saja panji. Tapi jangan lupa dikasih makan
Panji : iya bu
Dinda : sekarang kamu cuci tangan terus makan siang terus bobok siang
Panji : iya bu
“anak ayam tersebut di pelihara sampe besar dan menjadi jago yang sanagt kuat. Jago tersebut sangat unik karena bisa berbicara”. Dan panjipun ingin mengembara kekota mencari ayahnya. Dikota ayam panji sangat terkenal sehingga raja sangat penasaran untuk melewan jago panji tersebut.
Raja : pengawal saya dengar-dengar diluar kerajaan ada seekor ayam jago sangat kuat sekali. Ayamnya siapa itu.
Pengawal : maaf raja. Kalau tidak salah ayamnya panji. Ayam itu sangat kuat, jagonya panji selalu menang melawn jago-jago lain.
Raja : oh apa sekuat itu jago panji itu
Pengawal : ampun raja, iya raja sangat kuat.
Raja : kalau begitu buat pengmuman “ barang siapa yang tahu dimana panji berada segera suruh menghadap raja untuk melawan jago raja”
“berita itu pun sampai ke panji dan panjipun kekerajaan untuk menemui raja yang merupakan ayah panji”
panji : ampun raja, ada masalah pa raja memanggil saya.
Raja : oh, kamu yang bernama panji yang mempunyai ayam jago yang kuat
Panji : maaf raja ! Benar saya panji
Raja : kalau begitu saya ingin mengadu ayam kamu dengan ayam kerajaan
Panji ; merupakan suatu kehormatan bisa bertarung dengan jago kerajaan]
Raja : baiklah, kalau ayam kamu bisa menang kamu bisa mengambil emas ini tapi jika jago kamu kalah apa yang kam berikan
Panji : leher saya raja
Raja : sombong sekali kamu, kalau begitu kita buktikan ayam siapa yang kuat. Pengawal siapkan ayam. Kita mulai pertarungan
Pangawal : baik raja
“pertarungan pun terjadi ternyata ayam kerajaan kalah dan ayam panji menang. Tiba-tiba ayam tersebut berbicara aneh yang bunyinya”aku ayamnya panji, ruamahnya dihutan utara”. Panjipun mengambil sebagian emas yang kemudian emas tersebut dibagikan kepada masyarakat dan akhirnya panjipun kembali kehutan”. Kemudian raja teringat dengan isterinya yang ada dihutan.
Raja : pengawal ! kemana anak itu pergi,
Pengawal : kehutan sebelah utara raja!
Raja : pengawal mri kita bersiap-siap mengikuti anak tersebut
Pengawal : ya raja
“panjipun tiba dihutan”
panji : kakek, ibu panji pulang
kakek : panji kamu kembali dengan selamat.
Dinda : kamu tidak apa-apa anakku
Panji : tidak Bu! Buktinya sehat-sehat saja
Dinda : bagai mana panji? Sudah ketemu dengan bapakmu
Panji : sudah bu
Dinda : terus sekrang bapakmu dimana
Panji : masih dikerajaan bu!
Dinda : jadi bapakmu belum tahu kalau kamu anaknya
Panji : belum Ibu!
“tiba-tiba ada seseorang yang memanggil-manggil dengan keras”.
Raja : dinda, dinda
Dinda : kanda, (mereka saling berpelukan, kangen yang begitu lamapun terobati)
Raja : maafkan saya dinda karena sudah meninggalkan dinda
Dinda : tidak apa-apa kanda, yang penting kanda masih ingat dinda
Raja : hampir 12tahun lebih kanda meninggalkan dinda. Bagaimana anak kita dinda pasti sekrang sudah besar sekali
Dinda : ini kanda, anak kita namanya panji
Raja : raja pen memeluk panji. Panji ternyata kamu adalha anakku”raja sambil memeluk panji”
Panji : ayah, akhirnya panji menemukan ayah
“akhir cerita mereka pun saling melepas rindu. Dan akhirnya mereka hidup bahagia bersama-sama”

Ada sebuah kerajaan, yang dipimpin oleh raja yang arif danbijaksana. Raja tersebut sangatlah muda dan belum mempunyai permaisuri. Pada suatu hari raja dengan pengawalnya pergi untuk berburu kehutan mencari hewan untuk diburu atau ditangkap. Raja hanya ditemani beberapa pengawalnya dan sedikit bekal untuk di bawa dalam berburu. Raja dan pengawalnya berburu dengan berjalan kaki.
Raja bersama dengan pengwalnya telah lama berburu mencari hewan untuk di tangkap. Akan tetapi hampir setengah hari raja dan pengawalnya mencari hewan tak satupun hewan yang ditangkap, karena dihutan tersebut sudah jarang hewan untuk diburu. Akhirnya raja kecapekan, kemudian raja dan pengawalnya beristirahat dibawah pohon sampai kekuatan mereka pulih kembali.
Setelah lama beristirahat raja dan pengawalnya melanjutkan perjalanan. Akan tetapi hampir malam mereka tidak mendapatkan buruan satupun. Akhirnya malam pun hampir tiba, mereka meninap di sebuah padepokan yang dihuni seorang pendeta dan murid-muridnya. Dan pendeta mempunyai seorang putri yang sangat cantik sekali. Raja menginap di padepokan selama beberapa hari. Kemudian raja melamar putri sang pendeta. Dan pernikahanpun di adakan dengan pesta yang sedikit meriah.
Setelah bebrapa bulan mereka menikaqh. Istri raja hamil, akan tetapi raja harus meninggalkan istrinya yang sedang hamil tersebut. Krena kerajaan sangat mebutuhkan raja. Raja pun setelah kembali ke kerajaan tak pernah sekalipun raja menjenguk putrinya sampai anak mereka lahir dan diberi nama panji laras.
Ketika panji laras bermain. Tiba-tiba datang seekor elang membawa anak ayam. Dan kemudian anak ayam pun dipelihara oleh panji sampai besar. Setelah dewasa panji ingin mencari ayahnya di kerajaan. Panji pergi bersama ayam jagony yang sangat jago itu.
Setelah sampai dikota, panji beradu ayam tak satu pun ada jago yang mengalahkan ayam Panji. Sampai berita itu terdengan di kerajaan bahwa ada seekor ayam jago yang kuat. Kemudian raja menyuruh pengawalnya unutk mencari panji untuk diadu dengan ayam raja. Dan Panjipun datang.untuk beradu jago. Akan tetapi ayam raja pun kalah. Dan panji menang dan mendapatkan hadiah uang/emas. Ketika jago panji menang tba ayam tersebut bersuara “kukuruyuk aku ayam panji dari desa hutan utara. Kemudia panji kembali kedesa
Setelah mendengar suara ayam panji.Raja teringat istrinya. Dan raja membuntuti panji smpai di desa panji ternyata. Panji adlah anak raja dan akhirnya mereka berkumpul.
KARYA : AGUS BADRUDIN, dkk

TOKOH CERITA
1. RAJA : arif. Baik hati, bijaksana
2. anak pendeta : cantik, manis, baik hati, lembut, keibuaan
3. panji : pintar, baik, pemberi, pemberani
4. pendeta : baik, santun, bijaksana
5. pengawal : setia, patuh
6. nyonya : sopan, baik, lembut